Siaga Corona

Kabupaten Melawi

Panji Tetapkan Melawi KLB Covid-19 Pangkas Belanja Rp 23,9 Miliar Untuk Penangggulangan Corona

Panji Tetapkan Melawi KLB Covid-19 Pangkas Belanja Rp 23,9 Miliar Untuk Penangggulangan Corona

Dinkes Melawi - Senin, 13 April 2020 pukul 01.34

27/03/2020, suarapemredkalbar.com, Nanga Pinoh, SP – Bupati Melawi, Panji menaikkan status tanggap darurat wabah Corona (Covid-19) menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Tak cuma itu, sejumlah langkah dan program disiapkan sebagai tindaklanjut penetapan status KLB tersebut. Termasuk diantaranya pemangkasan belanja barang dan jasa dalam APBD 2020 sebesar Rp 23,9 miliar.

Hal tersebut ditegaskan Panji saat memimpin rapat bersama sejumlah stakeholder terkait di Kurnia Waterpark, Jumat (27/3) siang.

“Pertama kita putuskan hari ini untuk menindaklanjuti kebijakan yang sudah kita ambil. Hari ini sepakat kita naik status dari tanggap darurat menjadi KLB,” ujarnya.

Panji meminta, penetapan status KLB bukan hanya untuk KLB-KLB an, tapi KLB harus ada isi. Yakni bagaimana kesepakatan bersama terkait perilaku sosial masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dalam masa KLB Corona tersebut. Antara lain, tidak membuka keramaian atau tidak membuat acara atau kegiatan yang mengundang orang banyak. Termasuk tidak mendatangi kerumuman massa.

“Termasuk tidak mendatangi tempat hiburan. Warung dan kafe juga jangan diramaikan. Silahkan toko tetap buka, tapi yang ada hanya para pembeli yang akan berbelanja dan tidak dalam kerumunan besar. Hajat besar, termasuk pernikahan ditunda, silahkan akadnya dilakukan,” katanya.

Imbauan pada masyarakat untuk tidak berkumpul atau nongkrong pada malam hari, kata Panji dilakukan langsung di lapangan. Petugas satpol PP bersama pihak kepolisian turun langsung menegur, sejumlah warga yang masih kedapatan berada di warkop, café serta tempat lainnya.

“Kita juga minta dikeluarkan surat edaran yang mengkompakkan secara serentak keluarga di Melawi mulai Senin, 30 Maret melakukan karantina mandiri. Perilaku kita mengkarantina sendiri. Kalau tidak penting amat jangan keluar rumah. Tamu yang akan datang juga kita minta memahami, karena seolah-olah kita tak terima tamu nanti. Jadi lebih sikap mandiri masyarakat dan keluarga untuk menjauhkan diri dari virus Corona,” katanya.

Panji juga mengungkapkan, selain menggunakan dana tak terduga yang ada dalam APBD 2020 sebesar Rp 500 juta, Pemkab Melawi juga akan melakukan efisiensi anggaran dengan memangkas belanja barang dan jasa sebesar 10 persen dari total pagu belanja mencapai Rp 239 miliar. Sehingga dana yang dialokasikan sebesar Rp 23,9 miliar akan diarahkan untuk penanganan dan pencegahan Covid-19.

“Sekarang sudah kita pakai Rp 500 juta. Dan kita tambah dari belanja barang dan jasa, dimana didalamnya ada perjalanan dinas hingga ATK serta honorarium. Kita minta seluruh SKPD untuk memangkas 10 persen untuk efisiensi alokasi anggaran Corona,” katanya.

Dilanjutkan Panji, peruntukan secara detail memang belum disiapkan, namun keseluruhan dana tersebut akan teralokasi untuk penanganan dan pencegahan Corona. Mulai dari memperkuat Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, perawat dan dokter, penyediaan obat-obatan, kebutuhan posko, pemeriksaan serta rumah sakit khusus bagi pasien suspect Corona.

“Rumah sakit khusus hanya untuk PDP, bukan yang sudah positif Corona. Hanya untuk pemantauan dan kecurigaan bagi ODP. Karena kalau positif, maka akan dirujuk para rumah sakit yang telah ditunjuk Pemprov Kalbar,” jelasnya.

 

 

 

Link : https://www.suarapemredkalbar.com/read/melawi/27032020/tetapkan-melawi-klb-covid-19-panji-siap-pangkas-apbd-rp-239-miliar